Pembuatan Perahu sebagai Warisan Pengetahuan Lokal Terus Dilestarikan Warga Desa

1764908791715.jpg

Lung Kebinu — Pembuatan perahu yang telah diwariskan secara turun-temurun kembali menjadi perhatian masyarakat Desa Lung Kebinu. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol identitas masyarakat pesisir sungai, tetapi juga merupakan warisan pengetahuan lokal yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi.

Proses pembuatan perahu dilakukan oleh para pengrajin lokal yang sudah berpengalaman sejak lama. Mereka memanfaatkan kayu pilihan yang dinilai kuat dan tahan air, kemudian membentuknya melalui tahapan tradisional yang tetap dijaga keasliannya. Setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, pembentukan rangka, hingga penghalusan dan pengecatan, dilakukan dengan teliti agar menghasilkan perahu yang aman dan berkualitas.

Menurut Paulus seorang pengrajin, "keahlian membuat perahu tidak diperoleh secara instan. Pengetahuan ini diwariskan langsung dari generasi sebelumnya, biasanya melalui praktik lapangan dan pendampingan sejak usia muda. Teknik-teknik tertentu, seperti cara menentukan lekuk badan perahu atau metode pengikatan rangka, masih dipertahankan sejak dahulu".

Bagi masyarakat Desa Lung Kebinu, perahu tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi, seperti mencari ikan dan mengangkut hasil pertanian. Oleh karena itu, keberadaan para pengrajin perahu memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan aktivitas masyarakat.

“Kami ingin agar anak-anak muda turut belajar dan memahami bagaimana perahu dibuat. Ini bukan hanya kerajinan, tetapi identitas dan kekuatan budaya kita,” ujar Lepinus Kepala Desa Lung Kebinu.

Dengan terus dilestarikannya pengetahuan ini, pembuatan perahu di Desa Lung Kebinu diharapkan dapat menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus aset budaya yang mampu memperkuat karakter desa sebagai penjaga kearifan lokal.


Penulis: Naufal

Bagikan post ini: