Situs Ulung Buaye di Desa Lung Kebinu, Jejak Sejarah dan Simbol Kekuatan Dayak Lundayeh

1764910967118.jpg

Lung Kebinu — Desa Lung Kebinu kembali menyoroti salah satu warisan budaya bernilai tinggi yang menjadi bagian dari sejarah masyarakat Dayak Lundayeh, yaitu Situs Ulung Buaye. Situs ini berada di area kebun yang digarap oleh salah satu warga, Pak Nasion Fuding, dan hingga kini tetap dipelihara sebagai peninggalan leluhur meskipun belum direstorasi.

Situs Ulung Buaye dikenal sebagai ulung buaye milik Tuk Fengiran Surat, seorang pemimpin atau Raca’ Bawang Lung Kebinu pada masa lampau ketika tradisi ngayau masih dijalankan. Dalam masyarakat Dayak Lundayeh, ulung buaye merupakan relik tanah yang dibentuk menyerupai buaya. Bentuk tersebut bukan sekadar ornamen, tetapi memiliki makna simbolis yang sangat kuat.

Buaya dalam tradisi Dayak Lundayeh melambangkan keberanian, perlindungan, dan kekuatan spiritual. Oleh karena itu, keberadaan ulung buaye dianggap penting sebagai penanda tempat sekaligus simbol kepemimpinan seorang tokoh yang dihormati pada masanya.

Menurut cerita masyarakat setempat, Tuk Fengiran Surat dikenal sebagai sosok pemimpin yang bijaksana dan disegani, terutama pada masa-masa penuh tantangan di zaman perang suku. Relik ini menjadi pengingat akan peran besar beliau dalam menjaga keamanan dan kehormatan komunitas Dayak Lundayeh khususnya desa lung kebinu.

Keberadaan situs ini juga menegaskan bahwa Desa Lung Kebinu memiliki sejarah panjang sekaligus kekayaan budaya yang masih dipertahankan oleh masyarakat hingga kini. Pak Nasion Fuding, yang mengelola kebun tempat situs tersebut berada, turut menjaga dan merawat lokasi agar tetap lestari.

“Situs ini adalah bagian dari sejarah desa. Kami menjaga karena ini warisan leluhur yang tidak boleh hilang,” ujarnya.

Pemerintah Desa Lung Kebinu berencana menjadikan situs ini sebagai salah satu tempat edukasi budaya bagi generasi muda. Harapannya, semakin banyak warga—khususnya anak-anak dan remaja—yang memahami nilai historis dan makna simbolis dari ulung buaye dalam kehidupan masyarakat Dayak Lundayeh.

Dengan tetap terjaganya Situs Ulung Buaye, Desa Lung Kebinu berharap warisan leluhur ini dapat terus dilestarikan dan menjadi kebanggaan budaya yang memperkuat identitas masyarakatnya.


Penulis: Naufal

Bagikan post ini: